Wabah covid-19 sampai saat ini masih terus melanda dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan sampai dengan tanggal 29 Maret 2021 ini, kasus covid-19 di Indonesia mencapai 1,5 juta kasus. Begitu cepatnya penyebaran wabah ini membuat semua negara membuat upaya preventif, kuratif, dan promotif kepada warga negaranya.
Upaya negara dalam menghambat penyebaran virus juga merambah ke dunia pendidikan. Berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, memberi himbauan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilakukan dari rumah melalui pembelajaran daring atau pembelajaran dari rumah.
Selama sekolah diliburkan, anak-anak belajar dari rumah. Namun mereka tetap menginginkan belajar di sekolah seperti biasanya karena di sekolah dapat bertatap muka langsung dengan guru, belajar dan bermain bersama teman-teman.
Materi yang diberikan secara daring oleh sekolah tidaklah cukup menambah pengetahuan dan wawasan anak dengan efektif. Karena bagaimanapun juga pembelajaran daring tidak sama dengan pembelajaran tatap muka secara langsung.
Di sisi lain, para guru mendorong anak untuk membaca di rumah selama masa pandemi covid-19 agar wawasan mereka bertambah dan materi yang sudah diajarkan selama di sekolah dapat diingat kembali di rumah.
Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Kegiatan membaca erat hubungannya dengan minat membaca itu sendiri, tanpa adanya minat siswa tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia. Sumber-sumber bacaan untuk anak dapat diperoleh dengan membeli buku bacaan, perpustakaan, maupun dari internet.
Dari pengamatan penulis, minat baca anak Sekolah Dasar di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya di Desa Sukarakyat, Kecamatan Rantau terbilang baik. Hal ini dilihat dari kemauan mereka dalam membaca buku pelajaran, buku cerita serta buku-buku tokoh yang mereka peroleh dari guru di sekolah dan dari perpustakaan setempat. Mereka juga memanfaatkan media internet untuk mencari bahan bacaan. Dari wawancara dengan adik Muhammad Reza yang saat ini duduk di kelas 6 di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Rantau: “Saya selalu meluangkan waktu membaca buku-buku pelajaran, buku cerita rakyat, dan bacaan lainnya yang saya suka, karena selama sekolah libur saya suntuk di rumah terus, jadi saya isi waktu ini dengan membaca supaya wawasan saya juga bertambah”.
Minat yang tinggi pada siswa dalam membaca membuat para orangtua mereka senang karena mereka mengisi waktu kosong dengan hal-hal yang positif yaitu dengan membaca. Hasil wawancara dengan Bapak Selamet salah satu orangtua siswa beliau merasa sangat senang karena anaknya rajin membaca, dia mengatakan bahwa anaknya takut ketinggalan materi pelajaran di sekolah sehingga kegiatan membaca ini dilakukan.
Melihat hal tersebut dapat disimpulkan bahwa minat baca anak khususnya di Desa Sukarakyat, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang sangat baik karena mereka didorong oleh guru kelas dan juga orangtua untuk selalu meluangkan waktu untuk membaca.
Penulis : Elisa Puji Lestari.
Status : Mahasiswa pada Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa