Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Banyak orang yang terpapar virus corona bahkan sudah jutaan yang meninggal di dunia. Ekonomi di negara-negara yang terpapar virus corona pun lesu, termasuk di Indonesia. Aktivitas masyarakat menjadi berkurang bahkan tahun 2020 yang lalu sekolah-sekolah diliburkan dalam jangka waktu yang lama. Tidak sedikit masyarakat yang saat ini kesulitan masalah ekonomi di masa pandemi ini.
Banyak orang yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi ini. Banyak perusahaan tutup, PHK besar-besaran dan aktivitas yang terhenti, daya beli masyarakat menurun pun menurun. Situasi seperti ini seseorang harus jeli melihat peluang yang ada untuk membantu ekonomi rumah tangga di masa pandemi seperti sekarang ini.
Di dekat lapangan bola di Desa Teluk Halban, Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, tampak seorang bocah laki-laki yang setiap harinya berjualan masker menggunakan sepeda yang warnanya sudah usang. Tingginya sekitar 150cm, kulitnya kuning langsat, dan dia sering memakai celana pendek. Fauzan, begitu panggilan akrabnya di rumah. Fauzan adalah siswa kelas V salah satu SD di Kecamatan Bendahara. Orangtuanya bekerja sebagai buruh cuci dan ayahnya bekerja serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun sulit.
Ternyata di tengah Pandemi ini masih membawa berkah bagi Fauzan dan keluarga untuk mencari rezeki dengan berjualan masker. Masker yang dijual Fauzan adalah masker yang dibuat sendiri oleh ibunya dengan menggunakan tangan. Fauzan mulai berjualan masker sejak bulan September tahun 2020 yang lalu. Masker yang dijualnya laku 5 sampai 10 potong. Tetapi sering juga tidak ada yang laku sama sekali. Meskipun demikian Fauzan tidak pernah menyerah untuk mencari rezeki. Dia mulai berjualan pukul 13.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Kebanyakan teman seusia Fauzan bermain dan belajar di rumah, tetapi tidak dengan Fauzan. Dia harus banting tulang, berpanas-panasan untuk membantu keluarganya dengan berjualan masker. Kegigihannya patut diacungi jempol. Anak kelas V SD memiliki kemauan yang kuat untuk membantu ekonomi keluarganya adalah suatu hal yang luar biasa. Meskipun demikian, Fauzan tidak mengabaikan kewajibannya sebagai siswa. Dia selalu menyempatkan waktu untuk belajar dan membaca buku di rumah, serta mengulang-ngulang materi pelajaran yang sudah diberikan oleh gurunya di sekolah.
Suniyem (51 tahun) yang tidak lain adalah Ibu Fauzan megatakan bahwa dirinya bisa membuat masker dari keahliannya menjahit. Sambil menjalankan rutinitasnya sebagai buruh cuci, Suniyem terus menjahit masker-masker dengan warna bervariasi dan model yang unik agar masyarakat tertarik untuk membeli.
Pandemi Covid1-19 ini ternyata memberikan kesempatan Fauzan dan Ibunya untuk meraup penghasilan tambahan dengan berjualan masker. Kebanyakan yang membeli masker yang dijual Fauzan adalah masyarakat setempat, namun ada juga masyarakat dari luar yang melintas di desa tempat tinggalnya dan mampir untuk membeli masker.
Perjuangan yang luar biasa dari seorang Fauzan. Dia tidak malu untuk berjualan dengan sepeda bututnya. “Saya berjualan untuk membantu keluarga kami yang miskin. Saya tidak malu, kan berjualan ini halal”, kata Fauzan dengan raut wajah tersenyum. Sesekali di sudut lapangan bola kaki itu ia berseru ke orang lain yang sedang melintas “Masker Bu, Pak, 5 ribu saja”. Terus diulang-ulangnya supaya maskernya laku.
Melihat apa yang dilakukan Fauzan dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lainnya untuk dapat mengidentifikasi peluang dan kesempatan dalam mencapai tujuan. Fauzan dan Ibunya telah memikirkan di awal bahwa sudah masyarakat membutuhkan masker di masa pandemi ini. Akhirnya mereka memutuskan untuk berjualan masker di desa tempat tinggalnya.
Keuntungan yang diperoleh sehari-hari digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Meskipun keuntungan dari berjualan masker jauh dari kata cukup, namun sedikit banyaknya keuntungan dari berjualan masker tersebut telah membantu kebutuhan ekonomi keluarga Fauzan.
Fauzan senang karena dirinya mempunyai aktivitas di luar rumah, yaitu berjualan masker. “Iya daripada saya menghabiskan waktu hanya untuk bermain-main saja, lebih bagus saya berjualan untuk mendapatkan uang. Uang ini saya kasih ibu untuk belanja kebutuhan dapur”, kata Fauzan. Bagaimanapun juga Fauzan adalah anak yang rajin, mau membantu orang tuanya berjualan.
Dengan adanya masker tentu membuat masyarakat terhindar dari panularan virus corona. Ide kreatif seseorang untuk membuat masker lalu menjualnya adalah suatu tindakan yang sudah tepat. Secara tidak langsung penjual masker pun ikut membantu mencegah penulan virus corona.
Dari cerita Fauzan di atas semoga dapat menjadi inspirasi untuk kita semua untuk dapat menciptakan peluang di tengah kesulitan dan tidak mudah putus asa dalam melakukan suatu hal.
Penulis: Susti Rahmawati
Status :Mahasiswa pada Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa