-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Multipihak Berkomitmen Untuk Pemenuhan Hak Anak Dan Perlindungan Khusus Anak Aceh

30 Juli 2021 | Juli 30, 2021 WIB | Last Updated 2021-07-30T15:11:17Z


Habanusantara.net- Banda Aceh– Dalam rangka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021, Gubernur Aceh mengingatkan peran serta semua pihak di Aceh dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045, di Meuligo, Banda Aceh,  Kamis 29/7/2021.


“Pemerintah di semua tingkatan sedang berjibaku untuk mempersiapkan generasi emas 2045. Semua pihak harus mengambil peran nyata untuk mendukung upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak di Aceh. Kita juga haru mengawal dan memberikan teladan yang baik agar anak-anak tidak terjebak dalam dua koridor penghancuran generasi emas, yaitu penyalahgunaan narkoba dan gadget,” ujar Gubernur dalam sambutannya pada puncak peringatan HAN 2021.


Nova menambahkan, pentingnya membentengi, mengawasi dan mengawal generasi emas Indonesia agar tidak terjerumus pada dua koridor dengan menerapkan ilmu dan nilai-nilaiagama dan kehidupan sehar-hari.


Sementara itu, anak-anak di seluruh kabupaten/kota di bawah payung Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) menyampaikan 10 harapan kepada pemerintah Aceh yaitu pertama, membuat kebijakan dan sanksi secara tegas terkait transaksi jual-beli rokok untuk anak di bawah umur. Kedua, menyediakan dan meningkatkan fasilitas Taman Bermain Ramah Anak, 


Pojok Baca serta Balai Budaya. Ketiga, memberikan akses pelayanan serta pengembangan bakat bagi anak berkebutuhan khusus. Keempat, mengikusertakan anak dalam Musrenbang di tingkat Kecamatan dan Gampong. Kelima, adanya perhatian dari pemangku kebijakan terhadap peraturan-peraturan yang dikeluarkan dengan memperhatikan suara dan pendapat anak. 


Keenam, menyediakan akses jalur penyeberangan dan rambu lalu lintas bagi anak di kawasan ramai anak. Ketujuh, memperhatikan dan menyukseskan layanan pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas SDM di kalangan anak-anak pada daerah 3T (Terdepan, 





Tertinggal dan Terluar). Kedelapan, menurunkan angka pernikahan dini pada anak melalui program-program yang melibatkan anak. Kesembilan, mengedukasikan kepada keluarga dan masyarakat tentang pentingnya bimbingan dan pengawasan penggunaan gawai yang baik bagi anak. Kesepuluh, Forum Anak bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan menekan angka stunting pada anak.


Selain itu, dilakukan pula peluncuran Gerakan Massal Perlindungan Anak (GeMPA) Aceh, peluncuran video kampanye Ditreskrimun Polda Aceh tentang gerakan “Berani Lapor Kekerasan Seksual”, serta penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak Aceh.


Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Aceh, DPRA, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kejati Aceh, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, dan Ketua Mahkamah Syariyah Aceh. SKB berisikan kewajiban semua pihak untuk mempromosikan, melindungi dan memenuhi hak anak Aceh sesuai tugas dan fungsinya yang meliputi tindakan pencegahan, penanganan, pemberdayaan, dan partisipasi.


Puncak peringatan HAN tahun 2021 juga menjadi ajang pemberian penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Aceh tahun 2021. Kota Banda Aceh, Kota Langsa dan Kota Sabang mendapatkan Anugerah KLA Aceh dengan kategori umum sebagai Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak. 


Perayaan puncah Hari Anak Nasional (HAN) 2021 dirayakan di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh dengan melibatkan anak-anak dari jenjang PAUD sampai SLTA berperan sebagai MC, pembaca Al-Quran, doa, saritilawa, pentas musik dan budaya, serta diikuti secara daring oleh instansi pemerintahan di tingkat provinsi dan kabupaten/Kota, 


Dalam rangka puncak HAN 2021 ini juga dilakukan daring kepada B upati dan Wali Kota se-Aceh, Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah dan dayah, Forum Anak se-Aceh, Unicef serta organisasi masyarakat sipil di Aceh. (akbar


close