-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Semua Pihak Diajak Sukseskan Imunisasi Anak di Aceh

02 Juni 2022 | Juni 02, 2022 WIB | Last Updated 2022-06-02T11:23:09Z

Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, didampingi para Asisten, Staf Ahli Gubernur Aceh dan Kepala Biro di Lingkungan Setda Aceh, mengikuti Zikir dan Doa bersama memohon dijauhkan dari wabah dan bencana Covid-19 yang juga diikuti oleh seluruh ASN Pemerintah Aceh, secara virtual, di Ruang Potensi Daerah, Kamis, (2/6/2022).[Foto/Adpim Aceh]



Habanusantara.net, BANDA ACEH— Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, mengajak semua pihak terutama ASN Pemerintah Aceh yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk mengikuti imunisasi lengkap. Ia berharap program bulan imunisasi anak nasional (BIAN) yang saat ini digencarkan pemerintah dapat sukses di Aceh sehingga capaian imunisasi meningkat.

Hal tersebut disampaikan Taqwallah dalam zikir dan doa rutin Pemerintah Aceh, Kamis, dari Kantor Gubernur Aceh (2/6/2022).

Taqwallah menyebutkan, sejumlah penyakit yang kembali muncul pada beberapa anak di Aceh akibat tidak adanya imunisasi, yaitu Campak, Rubella, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia.

“Semua penyakit ini dapat dihindari dengan cara memberikan imunisasi lengkap pada anak sejak berusia sembilan bulan sampai 15 tahun,” kata Taqwallah.

Kegiatan zikir tersebut juga diikuti Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, dari Rumah Sakit Umum dr. Fauziah. Hadir dari tempat yang sama bersama Bupati diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Direktur Rumah Sakit Umum dr. Fauziah, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muzakkar juga mengajak seluruh peserta zikir untuk menyukseskan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) yang tengah digencarkan oleh pemerintah.

Muzakkar mengatakan, imunisasi pada anak begitu penting dilakukan untuk membentuk anak yang sehat, cerdas dan terhindar dari berbagai penyakit.

Menurutnya generasi unggul di masa mendatang perlu dipersiapkan sebaik mungkin oleh para orang tua, salah satu caranya adalah dengan disiplin mengikuti imunisasi.

Pada kesempatan itu, Bupati menceritakan pengalaman buruk masa lalu yang dialaminya akibat tidak adanya imunisasi, karena terbatasnya akses informasi dan fasilitas kesehatan.

Pada usia delapan tahun, Muzakkar harus kehilangan adiknya yang berusia empat tahun, akibat menderita Tetanus. Selain itu, ia juga kehilangan sang ibu saat mengandung adiknya yang lain.

Menurut Muzakkar, tidak adanya imunisasi menjadi sebab pengalaman kelam tersebut dialami keluarganya.
Ia bersyukur bisa tumbuh dewasa dalam kondisi yang baik. Oleh sebab itu, saat mulai membangun keluarga, sang Bupati bertekad untuk membentuk keluarga dan generasi yang sehat dan kuat.

“Saya patuh dengan petunjuk Puskesmas terkait tahapan imunisasi anak dan Alhamdulillah akhirnya anak pertama saya bisa berprestasi, kedua, dan ketiga juga,” kata Bupati Bireuen.

Oleh sebab itulah, Muzakkar mengajak semua pihak menyukseskan imunisasi anak.

Menurutnya anak yang baik dan cerdas di masa mendatang perlu dipersiapkan sedini mungkin.

Berdasarkan data yang dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, capaian imunisasi di wilayah tersebut selama lima tahun terakhir masih selalu di bawah 70 persen.Bahkan pada beberapa jenis imunisasi setiap tahunnya tidak mencapai 30 persen dari jumlah anak yang ada
close