Ilustrasi photo/Ist
HN-Banda Aceh- Lift (elevator) Gedung DPRK Banda Aceh dikabarkan rusak.
Kabar rusaknya elevator tersebut ketika salah seorang anggota Dewan sedang berbincang bincang dengan awak media, di lantai dasar, gedung DPRK tersebut, usai rapat paripurna tentang pembahasan anggaran perubahan, Jumat, (3/8/2019) sore.
"Lift rusak ketika digunakan, meluncur kebawah,"katanya.
Rusaknya elevator tersebut ketika digunakan, namun tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan.
"Pembangunan Lift tersebut peninggalan rezim lama," ujarnya.
Dia menambahkan, Gedung DPRK ini saja harus dipaksakan penggunaannya, kalau tidak gedung ini tidak akan pernah terselesaikan pembangunannya.
"Gedung ini kita paksakan penggunaannya. meskipun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. 'Lihat saja gedung ini seperti apa hasilnya," sebutnya, seperti mencibir
Sementara itu, anggota Komisi C DPRK Banda Aceh, dari fraksi partai NasDem, Abdul Ghafur, menolak ketika akan dikonfirmasi terkait rusaknya elevator tersebut.
Dia lebih memilih tidak mau menjawab. "Tanyakan saja persoalan tersebut sama pak ketua. Karena pengadaan Lift itu dimasa kepemimpinan sebelumnya (illiza)," sebut Abdul Ghafur, sambil berlalu, menaiki mobil.
Hingga berita ini diturunkan, habanusantara.com, belum dapat menghubungi Plt Sekwan.( h3n)
Kabar rusaknya elevator tersebut ketika salah seorang anggota Dewan sedang berbincang bincang dengan awak media, di lantai dasar, gedung DPRK tersebut, usai rapat paripurna tentang pembahasan anggaran perubahan, Jumat, (3/8/2019) sore.
"Lift rusak ketika digunakan, meluncur kebawah,"katanya.
Rusaknya elevator tersebut ketika digunakan, namun tidak menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan.
"Pembangunan Lift tersebut peninggalan rezim lama," ujarnya.
Dia menambahkan, Gedung DPRK ini saja harus dipaksakan penggunaannya, kalau tidak gedung ini tidak akan pernah terselesaikan pembangunannya.
"Gedung ini kita paksakan penggunaannya. meskipun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. 'Lihat saja gedung ini seperti apa hasilnya," sebutnya, seperti mencibir
Sementara itu, anggota Komisi C DPRK Banda Aceh, dari fraksi partai NasDem, Abdul Ghafur, menolak ketika akan dikonfirmasi terkait rusaknya elevator tersebut.
Dia lebih memilih tidak mau menjawab. "Tanyakan saja persoalan tersebut sama pak ketua. Karena pengadaan Lift itu dimasa kepemimpinan sebelumnya (illiza)," sebut Abdul Ghafur, sambil berlalu, menaiki mobil.
Hingga berita ini diturunkan, habanusantara.com, belum dapat menghubungi Plt Sekwan.( h3n)